Menakjubkan Sekalian Menyeramkan Ketika Mendaki Puncak Tertinggi

Vanessa O’Brien seorang wanita kelahiran Inggris-Amerika bercerita seputar ekspedisinya dikala mengalahkan gunung tertinggi di dunia, Everest. Bukan cuma dari sisi menakjubkan saja, ia mengatakan ada banyak tantangan dikala mengerjakan ekspedisi ke gunung hal yang demikian. Sebenarnya bukan dari jasmani saja yang dihantam oleh cuaca atau lingkungan yang ekstrim, tetapi dari sisi mental yang paling terasa, ujarnya. – https://archipelagotraveller.com/outbound-puncak/

Vanessa O’Brien sendiri dinobatkan sebagai pemegang rekor dunia dengan golongan wanita tercepat yang mendaki gunung Everest pada Maret lalu. Bagus persiapan jasmani ataupun mental memang perlu dijalankan sebab bukan cuma sekadar gunung yang dapat didaki oleh orang awam saja. Gunung dengan ketinggian 8848 mdpl ini hasilnya sukses ia daki dengan seluruh upaya.

Frozen food
Ia juga bercerita jikalau makanan yang mereka bawa tak lagi seenak yang diinginkan. Semuanya membeku, rasanya sudah berubah tetapi cuma itu yang dapat mereka harapkan sebagai bekal untuk menuju puncak. Di sini manajemen makanan patut benar-benar hati-hati, sangkaan medan dan lamanya waktu perjalanan menjadi hitungan mesti para pendaki.

Baca Juga : Liveaboard di Komodo https://archipelagotraveller.com/komodo-2/

Percaya pada seuntai tali
Dalam suatu keadaan yang cuma dapat berpegang pada “sesuatu”, pastinya kau patut dapat mempercayainya. Kalau tak, karenanya antara kemalangan dan hasil yang tak optimal yang kau bisa. Gunung memang banyak memberikan pembelajaran terhadap pendakinya. Sama seperti kehidupan, jikalau memang patut berpegang pada “sesuatu” yang cuma itu alternatifnya, karenanya kau patut konsisten mempercayainya.

Ambisi yang mempertimbangkan keberhasilan
Masa depan yaitu ilusi, kesuksesan juga yaitu ilusi. Kalau yang menjadikannya riil cuma usaha dan kepercayaan. Kalau kau tak percaya pada dirimu sendiri, jangan pernah ingin kau dapat hingga ke puncak yang kau inginkan. Medan yang berat, meniti tali, menaiki gunung es, dengan cuma berpegang pada ilusi hingga puncak, aku cuma dapat berupaya dan percaya pada diri aku sendiri untuk sukses hingga sana.

Pendakian yang angker
Medan yang berat ditambah dengan temperatur minus 40 derajat celsius membikin siapa saja yang merasakannya tak berkeinginan kembali lagi. Apalagi ditambah dengan salju yang menjadi pijakan, jalan saja terasa berat ditambah tak tahu kapan akan ambruk.

Senyum sahabat dapat menjadi tenaga
Mendaki memang tak perkara patut sendiri. Kadang memang patut membawa sahabat sebagai penguat rasa berkeinginan hingga ke puncak. Vanessa O\\’Brien juga mengatakan, dikala mental ditempa oleh lingkungan yang ekstrim, karenanya tak akan lagi yang dapat kau harapkan, sesekali di jeda-jeda kebuntuan hal yang demikian masih ada senyum yang dapat membikin warna dalam ambisi.

Satu langkah menuju pendakian
Dalam mendaki gunung ada tiga opsi yang patut diambil dengan pas, mundur, menetap, dan melanjutkan perjalanan. Jangan hingga memaksakan diri apalagi dikala membawa nyawa banyak orang untuk terus konsisten berjalan. Ini kata-kata dari beliau yang perlu kau ingat ya dikala naik gunung.

Kunjungi Juga Pulau Seribu : https://archipelagotraveller.com/destinasi-wisata-pulau-seribu-yang-wajib-anda-kunjungi/