Merah Putih Negeri Kita Mesti Bercahaya di World Food

Pameran produk makanan di kota ujung dunia, Moskow, tahun ini ditiru Indonesia. Sayangnya, partisipasi kita kurang mencerminkan secara utuh potensi yang ada. Seandainya diperbandingkan dengan Thailand apalagi China, kita masih keok pamor. Perlu kesungguhan dalam menggarap pasar Rusia.

World Food Expo yang dihelat di tengah kota Moskow pada 17-20 September memang bukan sembarang pameran. Untuk Eropa Timur, inilah pameran produk makanan yang termasuk paling akbar. Tak heran jumlah peserta berjibun. Tiap tahun, jumlahnya meningkat dan tahun ini ditiru 177 negara.

Magnitude pameran ini dapat disimak dari agresifitas peserta. Tahun ini, kecuali China, Thailand nampak yang paling terlihat. Atau pun menjadi salah satu sponsor utama. Itu antara lain tampak dari logonya yang dipasang dalam pembukaan pameran. Satu hall besar diisi penuh dengan stand banner Thailand yang menawarkan aneka makanan yang berupa bahan mentah, separo jadi, kaleng sampai siap saji. Dengan dekorasi yang berwarna kuning menyala, Thailand seolah percaya diri menjelang pasar Rusia dengan aneka penawaran.

Sementara itu, China yang yaitu raksasa ekonomi dunia juga tak keok pamor. Satu hall berisi sekitar 100 stand disulap dengan warna merah menyala. Hanging banner bertuliskan “China” terpasang di seluruh sudut. Demikian menjelang hall ini, suasana dan nuansa China amat kental. Seolah pengunjung benar-benar berada di negeri tirai bambu.

Tak kurang-kurang, Iran yang sebetulnya cukup “miskin” makanan dibanding Indonesia, menyewa hampir seperempat hall. Mereka menawarkan aneka produk makanan yang utamanya berupa buah-buahan yang dikeringkan seperti kurma. Tak cuma itu, para pengunjung dan buyers juga dimanjakan dengan “icip-icip” dan ruang perundingan.

Nah, bagaimana dengan Indonesia? Alhamdulillah, Kementerian Perdagangan sukses membawa 8 perusahaan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan 2 pengusaha. Di sanalah perusahaan-perusahaan dari tanah air menjajakan produknya. Yang paling nampak merupakan Indomie, lalu ada makanan buah hati-buah hati Momogi, bahan makanan dari kelapa sawit, kudapan manis-kudapan manis gampang masak, minuman kaleng, minuman herbal serta aneka dessert. – cetak sticker

Dicky Sugiharta dari Pandan Pangan Makmur Indonesia yang menjajakan kudapan manis-kudapan manis siap masak mengungkapkan baru datang pameran pertama kali di Rusia. Menurutnya, pangsa pasar negeri beruang putih ini dikala ini cukup besar dan amat berkaitan dengan perkembangan ekonomi dan adat istiadat konsumsi masyarakatnya.

“Maka aku berani jualan makanan separo jadi seperti pudding, black forest, pancake, goreng pisang sampai fried chicken,” ujar pengusaha yang telah mengekspor produknya ke Belanda, AS, Australia, Suriname, Vanuatu dan Fiji ini.

Sementara itu, serang eksportir Indonesia contohnya mengaku produk lautnya laris manis di pasaran Rusia. Dalam kalkulasinya, Rusia mengimpor tak kurang dari 17 kontainer ikan tuna dalam setahun dengan kecenderungan yang makin meningkat.

Menurut itulah, Dubes RI Moskow, Djauhari Oratmangun amat ingin supaya dalam pameran World Food tahun depan, Indonesia semestinya bercahaya dan ‘merebut’ kesempatan yang disediakan Rusia. Booking daerah semestinya setahun sebelumnya supaya tak kehabisan. Malah jika dibutuhkan, sebagian kementerian dapat melakuakan sinergi bagi pameran bersama atas nama Indonesia.

Baca Juga Artikel : https://www.quickprint.co.id/blog/ketahui-tentang-sticker-vinyl-harga-sticker-vinyl