Peran Buku di Dunia Digital Part 2

digital printing

Tantangan di dunia komputerisasi
Melainkan itu tak segala info bagus. Sekolah juga menghadapi tantangan baru yang dimunculkan oleh konten komputerisasi.

Buku teks relatif gampang dipakai. Hal yang sama belum tentu benar untuk sumber tenaga komputerisasi, yang mungkin membutuhkan keahlian teknologi – pada komponen guru atau ahli di sekolah – untuk digunakan dengan bagus. Kecuali itu, keyakinan guru seputar integrasi teknologi masih menjadi hambatan untuk mengadopsi konten komputerisasi di ruang kelas.

Ada juga permasalahan tarif. Sekolah-sekolah yang dilengkapi dengan bagus amat termotivasi untuk “komputerisasi,” kerap merealokasi anggaran buku teks mereka untuk membeli bahan-bahan ini. Melainkan, banyak sekolah berjuang untuk menutupi tarif untuk mengerjakan transisi. Tetapi pula, sebagian sekolah, terpenting yang berada di kelompok sosial pedesaan, mengalami kesusahan untuk mengakses layanan dunia maya nirkabel atau berkecepatan tinggi yang dibutuhkan untuk pelajaran komputerisasi: Pada 2016, 39 persen tempat pedesaan tak mempunyai dunia maya broadband.

Neon Box

Bagaimana memilih konten komputerisasi
Infrastruktur dan pengetahuan teknologi bukan satu-satunya kendala. Sumber tenaga pengajaran komputerisasi juga bervariasi dalam mutu, dan memilih konten yang ideal bisa menjadi tantangan besar bagi sekolah.

berarti bahwa kecakapan seorang guru untuk menilai dan memilih konten komputerisasi menjadi syarat penting untuk pelajaran komputerisasi. Guru sepatutnya bisa menemukan sumber tenaga yang ideal untuk pembelajaran mereka – dan memutuskan mereka bermutu tinggi, serasi dengan standar dan kompatibel dengan alat yang ada. Tanpa keterampilan ini, para guru berjuang untuk mengintegrasikan teknologi dan konten komputerisasi dengan cara pendidikan mereka sendiri.

Kebanyakan guru jarang menerima kans untuk belajar bagaimana menilai, memilih dan mengintegrasikan sumber tenaga komputerisasi ke dalam ruang kelas mereka. Program pengembangan profesional dan sumber tenaga dari organisasi penunjang pengajaran bisa menolong guru mengerjakan transisi ke konten komputerisasi.

Sementara sumber tenaga ini ada, tak cukup banyak guru yang bisa memanfaatkannya. Penelitian kami memperlihatkan bahwa mayoritas guru mengukur diri mereka rendah saat dipinta untuk memperlihatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam evaluasi konten komputerisasi.

Merangkul komputerisasi
Jadi, apakah kita masih memerlukan buku pembelajaran? Iya nih. komposisi serta peran buku teks berubah. Mereka menjadi lebih komputerisasi, lebih terbuka, lebih relatif murah, lebih dinamis dan interaktif, dan lebih kerap diperbarui.

Sekolah membeli lebih sedikit buku pembelajaran dan lebih kerap memakainya cuma sebagai bahan referensi kelas atau perpustakaan atau untuk mengajari topik-topik khusus. Banyak distrik sekolah memindahkan dana dari anggaran buku teks mereka untuk membeli perangkat dan konten komputerisasi, melainkan membikin perubahan secara berjenjang dan mengganti buku dengan konten komputerisasi menurut jadwal adopsi kurikulum 3 sampai 5 tahun mereka.

Sementara itu, proliferasi alat teknologi dan sumber tenaga sudah merubah lanskap pelajaran. Pergeseran dari cetak ke komputerisasi sudah memberi siswa dan guru jalan masuk ke konten yang melebihi kuantitas dan mutu buku teks tradisional. Dengan kemajuan ini datang metode yang lebih menarik dan menarik bagi siswa (dan guru) untuk belajar.

Artikel lainnya : Cetak Banner