Cincin Berlian – Tips Menghadapi Pernikahan

cincin berlian

Sebagai calon pengantin, tentu banyak sekali hal yang wajib Anda persiapkan! Contohnya, lokasi gedung pernikahan, gaun pengantin, tata rias, sepatu, jas untuk calon suami, katering, bulan madu, dan masih banyak lagi. Tetapi Anda malah wajib ingat untuk mempersiapkan mental Anda ketika menyongsong hari pernikahan yang semakin dekat, sebab yang terlebih yakni kesiapan Anda untuk menjadi seorang istri dan menjalani hari-hari sesudah pesta pernikahan berakhir. Untuk itu, kami merangkum 9 hal yang bisa menolong Anda supaya siap menjelang kehidupan yang baru dan dapat menghadapi seluruh pasang surutnya.

Ubah ‘aku’ menjadi ‘kita’

Dalam sebuah pernikahan, tak ada daerah untuk rasa egois. Jadi, Anda wajib mulai merubah metode pikir Anda dari yang serba \\’aku\\’ menjadi ‘kita’. Hal ini bukan berarti Anda akan kehilangan jati diri sebagai seorang individu atau melupakan kebahagiaan personal, tetapi mulailah untuk melibatkan calon pasangan ke dalam agenda dan mimpi bentang panjang Anda. Pernikahan yakni sebuah kemitraan dan Anda berdua wajib menjadi sebuah regu yang kompak. Karenanya ingat, kesampingkan ego serta rasa mementingkan diri sendiri mulai kini.

Baca : Cincin berlian wanita

Belajar dari pasangan panutan Anda

Apakah Anda mengetahui sosok pasangan yang sesuai untuk dihasilkan panutan sebab selalu memberi teladan bagus dalam menjalani pernikahan yang harmonis dan penuh janji? Sekiranya iya, banyak-banyaklah belajar dari mereka. Jangan ragu untuk bertanya perihal bagaimana metode mereka menghadapi perbedaan anggapan atau memecahkan perkelahian, metode menyeimbangkan profesi dan pernikahan, serta amati metode mereka memperlakukan satu sama lain, bagus di ketika sulit ataupun bahagia. Jadikan figur mereka sebagai tutorial dalam membangun rumah tangga yang langgeng dan awet.

Baca juga : Berita terkini

Ikuti kelas atau kursus pranikah

Bagus seandainya Anda sama sekali umum atau merasa sudah mempunyai sedikit pengetahuan perihal kehidupan pernikahan kelak, tidak ada salahnya untuk meniru kelas atau kursus pranikah supaya wawasan kian luas. Umumnya, di kelas untuk calon pengantin ini Anda akan mempunyai pemimbing profesional atau pemimpin agama yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda, membuka pikiran Anda dan memberi beragam tip praktis, atau menolong Anda dalam menuntaskan ketakutan atau kecemasan sebelum menikah. Berbeda dengan minta anjuran dari keluarga atau sahabat, pemimbing kelas seperti ini umumnya lebih netral dan tak memihak sehingga bisa memberikan Anda opini atau isu yang obyektif.

Mulai menyesuaikan dan merencanakan keuangan

Akan ada perubahan yang cukup signifikan dari mengontrol keuangan sebagai seorang lajang menjadi mengontrol keuangan rumah tangga bersama dan berbagi aset dengan suami kelak. Terutama sebab informasi uang yakni salah satu alasan utama penyebab perceraian, yakni hal yang penting sekali bagi calon pengantin untuk mulai menyesuaikan dan merencanakan kehidupan finansial sebelum menikah. Lakukan bersama dengan calon pasangan Anda, bicarakan secara terbuka soal pendapatan, pengeluaran, utang piutang, aset dan investasi yang Anda berdua miliki, bahas juga agenda, asa, dan tujuan bentang panjang Anda. Sekiranya Anda berdua sudah memahami keadaan keuangan masing-masing, mulailah merubah budaya Anda dalam mengontrol uang menjadi seperti lebih rajin menabung, tak berbelanja secara impulsif, atau tak lagi menumpuk tagihan dan utang.

Bicara soal buah hati

Anda tentu tahu bagaimana sebagian orang mulai menanyakan kapan Anda akan mempunyai momongan, pun ketika Anda baru saja mengucap komitmen pernikahan. Sekiranya Anda tak siap mental untuk mendiskusikan hal ini, terutamanya seandainya Anda memang belum siap mempunyai buah hati, karenanya pertanyaan-pertanyaan hal yang demikian akan mengusik dan membikin Anda merasa kesusahan. Lagi-lagi, kami memberi saran Anda untuk berbicara dengan tunangan perihal hal ini. Dikala Anda telah memahami harapan masing-masing, akan lebih gampang untuk Anda berdua dalam menetapkan kapan dan bagaimana ekspansi keluarga ini akan terjadi, serta tak terlalu memusingkan tekanan dari pihak luar.

Artikel lain : Cincin Kawin

Belajar memberi maaf

Saling memberi maaf yakni salah satu kunci dalam menempuh pernikahan yang berbahagia, jadi mulailah berlatih untuk mengerjakannya. Menaruh dendam pada pasangan cuma akan menyakiti dan membawa suasana negatif pada pernikahan dan kekerabatan Anda, jadi sebaiknya Anda wajib belajar memberi maaf secara lapang dada dan mengambil hikmah dari situasi sulit yang Anda hadapi. Dengan demikian Anda bisa saling belajar dari satu sama lain dan tumbuh bersama tanpa wajib terpisahkan oleh kegetiran atau kebencian.

Miliki pemikiran yang terbuka dan fleksibel

Anda mungkin mempunyai bayang-bayang atau ekspektasi tertentu perihal kehidupan rumah tangga yang akan dibina kelak, namun ingatlah untuk tak senantiasa menuntut seluruh hal supaya selalu total. Tak ada pernikahan yang tanpa cela dan tiap-tiap pasangan mempunyai pasang dan surutnya sendiri. Yakinlah pada janji Anda dengan pasangan sehingga Anda tak gampang menyerah ketika dihadapkan dengan persoalan rumah tangga nanti. Anda juga wajib mempunyai pemikiran yang terbuka dan fleksibel sebab sesudah menikah tentu akan ada banyak perubahan yang terjadi pada hidup, mungkin dalam wujud yang tidak pernah Anda sangka sebelumnya, jadi mulailah belajar untuk mengikuti keadaan kepada perubahan.

Diskusikan batasan-batasannya

Anda dan calon suami mungkin mempunyai pemikiran, sudut pandang, harapan dan keperluan yang berbeda, tetapi hal ini wajib didiskusikan dan disesuaikan supaya tak memunculkan persoalan pada pernikahan Anda kelak. Tentukan batasan-batasan sikap Anda bersama, apa yang boleh dan tak boleh Anda lakukan? Apakah suami konsisten boleh berkomunikasi dengan eks kekasihnya? Kapan Anda dapat pergi bersama para teman? Apa yang sebaiknya tak Anda ceritakan pada keluarga dan sahabat? Diskusikan secara menyeluruh dan sepakati batasannya bersama.

Bangun pertemanan dan belajar untuk ngakak bersama dengan pasangan

Sistem terbaik untuk menjalani sebuah pernikahan yakni dengan saling menjadi teman bagi pasangan. Jangan cuma memandangnya sebagai sosok kekasih atau pemimpin Anda, namun juga seseorang yang bisa Anda ajak mengobrol perihal seluruh hal, daerah Anda berbagi kisah, asa, dan keluh kesah, serta membikin Anda merasa nyaman menjadi diri sendiri di hadapannya. Sama halnya seperti sepasang sahabat bagus, belajarlah untuk menjadikan suasana positif di sekitar satu sama lain dan cobalah untuk ngakak ketika ada hal-hal yang tak berjalan cocok harapan Anda. Dengan demikian itu Anda tak akan kencang berang atau bersikap terlalu serius dalam menjalani kehidupan berdua kelak.

Artikel terkait : Perhiasan Berlian